Senin, 25 Juli 2011

Review Ikemen Desune




Ikemen desune itu emang beneran remake dari korea. Keliahatan banget dari setting sama teknik kameranya. Pertama bisa diliat dari penggunaan rumah beneran, biasanya Jepang lebih banyak make studio daripada rumah beneran. Emang sih di dorama-dorama yang menyangkut orang kaya lebih sering pake rumah beneran, kayak Hana Yori Dango, Yamato Nadeshiko Sichi Henge atau yang paling baru Ouran High School Host Club. Tapi, setting rumah yang mereka pakai bukan tipe rumah yang modern minimalis. Mereka biasanya pake yang classic, rumah yang menunjukkan betapa kaya dan anggunnya sang pemilik. Sedang rumah bentuk Ikemen Desune itu rumah yang pasti banyak dipake di dorama Korea. Teknik pencahayaannya juga korea banget, entah kenapa rasanya aneh. Ditamabah lagi si Ren-san (Tamamori Yuta) selalu nyetir sendiri kemana-mana, setting jalan diliatin beneran. Bahkan di HanaDan (Hana Yori Dango, read) Domyouji-sama (Matsumoto Jun) aja jarang nyetir sendiri, mereka suka pake lymo panjaaang. Mungkin karena setting Domyouji-sama masih anak SMA kali ya. Tetep aja rasanya aneh. Seneng sih bisa nonton Tamamori, Fujigaya sama Hika-pyon di satu frame, ditambah lagi ada Kojima Haruna sama Tanoshinggo (bukan berarti aku nge-fan sama Tanoshinggo). Cuman, itu kayak berasa bukan mereka aja. Keren banget sih, walau aku pasti nggak bakal nonton kalau yang main bukan 3 cowok itu. Emangnya aku segitu phobianya ya sama Korea, masa berbau dikit aja jadi males. Padahal ceritanya bagus lho, walau khas korea, tapi bagus lah. Mungkin yang bisa mbuat aku agak lega itu, si direktur A.N Jell selalu monomane-in mbah Jojon. Suka banget pake kata ‘You’, khasnya si opa, yang paling bikin ngakak pas bilang “You yacchainaiyo!” jadi keinget Nakai-senpai waktu ngewawancara Shuji to Akira. Mungkin lewat dorama ini si Mbah ingin memberi tahu pada dunia bahwa beliaulah yang berkuasa di JE. Sayangnya akhir-akhir ini saya agak meragukan fakta tersebut. Pasalnya dalam beberapa waktu ini tidak ada peningkatan luar biasa dari JE. Belum ada tendangan maut dari si Mbah. Ditunggu ya mbah. No offense lho, mungkin karena baru nonton satu episode aja. Nggak tahu deh ntar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar