Memang saya tinggal di kampung, tapi jangan salah saya punya kampung yang gila bin hebat. Gimana nggak? Hanya dengan 3 anak kunyuk (irritating teenagers, read) gang saya bisa membuat sebuah perlombaan 17-an.
Bertempat di lapangan ekstra mini pas di samping rumah saya lomba 17-an dilaksanakan. Ketiga anak kunyuk yang terdiri dari adik saya, tetangga saya satu dan tetangga saya dua, menyiapakan semua peralatan yang dibutuhkan. Sebenarnya hanya tetangga satu dan dua yang menyiapkan tiap peralatan karena adik saya yang terkasih sedang asyik-asyiknya bermain Tradewind Games.
Awalanya saya sama sekali tidak menyadari adanya perlombaat tersebut. Berhubung saat itu saya sedang asyik menonton Hey! Say! JUMP dengan Shinku-nya. Namun mana mungkin kuping saya bisa bersantai mendengar suara Yamada dkk kalau ada music Cinta Satu Malam yang menumpukinya. Keluarlah saya dari kamar yang aman dan nyaman. Saya temukan di lapangan sebelah sebuah perlombaan 17-an super kecil-kecilan yang hanya diikuti oleh precil-precil yang jumlahnya tak seberapa.
Biasanya sih, untuk kegiatan 17-an karang taruna kampung saya selalu bekerja dengan baik. Namun entah kenapa untuk tahun ini tak ada kabar beritanya. Mungkin hal ini disebabkan karena 17-an tahun ini bebarengan dengan Bulan Ramadhan. Hal itu jugalah yang mungkin membuat 3 anak kunyuk ini *sebenarnya cuman 2 soalnya adik saya tersayang nggak ikutan mikir* berinisiatif mengadakan lomba, walaupun seperti yang saya sebut dari awal, kecil-kecilan.
Kalau nggak salah, sedengar saya ada 4 perlombaan yanga diadakan. Lomba pecah balon, lari bendera, pecah air serta satu lomba yang berhubungan dengan tepung. Ditemani suara music HaPe kunyuk 1 yang disambungkan ke speaker komputer *sekali lagi semua yang modalin kunyuk 1* perlombaan pun dimulai. Berhubung saya tidak nonton itu lomba dari awal sampai akhir jadi saya tidak bisa menjelaskan keseluruhan jalannya perlombaan. Yang pasti lomba pecah balon berjalan rusuh dan lomba lari bendera dimenangkan oleh seorang wanita (peserta cowoknya cumin satu donga gini). Lomba diistirahatkan selama Zuhur dan makan siang *masih sempet buat tidur-tidur siang juga kok* lalu dilanjutkan lagi sebelum Ashar.
Untuk lomba sesi pagi sangat sepi penonton. Di lapangan mini tersebut hanya terdapat tiga orang panitia dan para peserta lomba. Namun untuk sesi sore, jangan salah, para ibu-ibu berkumpul untuk mendukung buah hatinya masing-masing. Lomba pecah air yang dilakukan di sesi sore berjalan lebih rusuh daripada pecah balon di sesi pagi. Berhubung lomba pecah air pasti melibatkan air yang bisa membuat basah dan pentungan yang bisa bikin nangis darah. Beginilah suasana lomba sesi sore yang sempat saya abadikan dari hp bapak saya:
![]() |
| Lomba pecah air *lomba saling pukul terselubung* |
![]() |
| Panitia yang ngerjain para peserta lomba |
Begitulah suasana heboh dan gila di kampung saya. Tadinya sih saya mau bajak lagu yang diputer. Niatnya mau saya kasih lagu Hey! Say! JUMP, Arashi dkk gitu namun sayangnya saya sudah terlambat.
Pumpung fandom udah kesebut sekalian saja saya cerita. Akhir-akhir ini saya lagi hybring sama motong-motong foto, inget motong bukan ngedit *masih belum bisa saya* ditemani lagu-lagu albumnya Arashi yang terbaru. Dan ini dia hasilnya (ada yang ngedit-ngedit juga ding, cuma ancur berantakan hasilnya):
![]() |
| Dai-chan cute |
![]() |
| Twin Chii attack |
![]() |
| My Princes |
![]() |
| Yamada in White |
Yah, begitulah kehidupan saya di hari minggu kemarin. Membosankan? terserah and yang menilai









